Kamis, 16 Maret 2017

2 Foto Bugil Cewek Telanjang Mantap Masih Sempit

2 Cewek Cantik Foto Bugil Cewek Telanjang Mantap Masih SempitFoto Bugil Telanjang Cerita Seks Dewasa Terbaru 2017 : Untuk melihat foto bugil cewek imut lagi telanjang pamer toket mengkal montok emang bisa jadi gemes sob huburan semata. pasti kalian jadi pengen remes si ayam kampus yang nakal dan gatal berikut ini. langsung aja disimak sob. atau lihat 14 Foto Bugil Cewek Seksi telanjang Abg Pamer Toket Gede.

Foto Bugil Cewek TelanjangFoto Bugil Cewek Telanjang
lihat juga adik ipar suka bugil di kamar kosan dan foto bugil alat kelamin cewek ml orgasme lemas tak berdaya di situs foto cewek bugil ini tentunyam - foto memek tante girang maupun ABG binal haus seks

Kamis, 19 Januari 2017

Cewek Jepang Bugil

Gambar Cewek Jepang Bugil Banyak pula berbagai foto panas cewek jepang indo di blog foto ngentot ini, Sebab karena itu pada kesempatan yang penuh perjuangan yang berharga ini, kami menyajikan lagi hasil rangkuman kami tiem blog foto dari berbagai situs maupun blog foto bugil cewek jepang cantik bergairah yang terpanas. Maka dari itu terpilihlah foto yang sangat menggemaskan ini sebagai bahan hiburan mata aja maupun sekedar hiburan untuk agan pecinta foto bugil Jepang sekalian.













Jumat, 13 Januari 2017

Di Kamar Mandi Gue Selfie Bugil Lihatin Memek Dan Susuku Yang Montok

Di Kamar Mandi Gue Selfie Bugil Lihatin Memek Dan Susuku Yang Montok Blog Foto Bugil Cewek Cewek Telanjang Mantap – melihat cewek imut lagi telanjang pamer toket mengkal emang bisa jadi gemes sob. jadi pengen remes si ayam kampus yang nakal dan gatal berikut ini. langsung aja disimak sob… Om Telolet Oom Foto Bugil Susu Montok

lihat juga adik ipar suka bugil di kamar kosan dan foto alat kelamin cewek ml orgasme lemas tak berdaya di situs foto cewek bugil ini tentunya. Klik lihat foto bugil Mahasiswa Berkedok Agen Model Cabuli 10 Gadis Lewat








Liahat selengkapnya ===>>> Memek Tante Gatel

Kamis, 12 Januari 2017

Abg Bugil Cewek Sma Body Montok

Abg Bugil Cewek Sma Body Montok Artikel kali ini ada juga yang terkait foto abg bugil yaitu memek tante bikin saceng aja.

Foto-foto Cewek SMA Bugil Terbaru 2017 | Gaya nyeleneh dari para siswi SMA jaman sekarang memang semakin menjadi-jadi, Foto cewek SMA bugil semakin banyak dan semaikin tak sukar ditemukan di berbagai media sharing informasi. Tak ada yang tau pasti mengapa siswi SMA binal ini dengan mudah mau tampil bugil di depan kamera dan dengan mudahnya Siswi-siswi pelajar SMA lalu menyebarkan gambar foto bugil mereka di Internet.

Mungkin saja penyebaran foto-foto bugil cewek SMA ini desebabkan oleh rendahnya pengawasan dari dalam rumah dan pengaruh buruk lingkungan cewek sma tersebut. yah bisa dibilang jaman sekarng bukan hanya model-model majalah bugil telanjang dan para artis yang terbiasa mau berfoto bugil untuk desebarkan kepada masyarakat, para pelajar siswi sma juga sekarang sudah tak mau tinggal diam, menyaksikan para model syur tersebut.

Bahkan tak sedikit yang terlihat begitu profesiaonal dalam mengambil pose foto bugil mereka. Pengen jadi model kah? pengen jadi Artis kah? tidak ada yang tau maksud pelajar sma yang tak terpelajar tersebut, tentunya hanya siswi-siswi tersebut yang mengetahuinya.

Kompilasi  30 Foto Cewek SMA Bugil Terbaru dan Terpanas 2017

Sudah banyak saya bagikan untuk anda koleksi foto-foto tante girang dan memek mulus berwarna pink, namun baru beberapa saja konten tentang skandal foto telanjang anak SMA yang saya oper ke tangan anda. Jika sudah sidak sabar untuk melihat gambarnya, berikut saya sajikan hidangan lezat untuk para lelaki berupa 30 foto cewek SMA bugil terbaru 2016 yang masih panas-panas dan siap untuk membakar birahi anda saat ini:

(Gambar-gambar di bawah memiliki kualitas yang cukup tinggi (HQ) meski ada beberapa yang berukuran sedang, dan jika ingin melihat dalam ukuran penuh, silahkan diklik pada gambarnya)

ABG SMA Bugil I





ABG BINAL BISPAK BLOWJOB CEWEK ARAB CEWEK BENING CEWEK BERJILBAB CEWEK BINAL CEWEK CHINA CEWEK JEPANG CEWEK SMA CROT DI DALEM HORNY IBU HAMIL IBU TEMAN ISTRI ORANG JEMBUT LEBAT KAKAK IPAR KOMPILASI MAHASISWI HOT MANTAN MASTURBASI MEKI LEBAR MEKI MULUS MEKI SEMPIT MERTUA MODEL DEWASA NGANGKANG NGENTOT DI HUTAN ORAL SEKS PACAR PEMAKSAAN PEMBANTU HOT PENGEN NGESEKS PENIS JUMBO PIJAT SEKS PRAMUGARI SANGE SEDARAH SEKSI MONTOK SELFIE HOT TANTE HOT TOKET MULUS TUA VS MUDA TUBUH MULUS WANITA CANTIK

Rabu, 21 Desember 2016

Foto ngentot lubang memek cewek masih perawan asli

Minggu, 24 April 2016

Calon Bidan Masih ABG Punya Toge dan Memek Sempit Seger Banget

Gadis ABG jaman sekarang suka foto selfie pamer payudara dan memek, memang sih masih padat berisi dan toge serta memeknya masih sempit belum lebat bulunya tapi ya apa nggak kasihan sama yang lihat ini ? bikin kepala atas bawah nyut-nyutan wkwkwk








Sintia ABG Gendut Chuby Pamer Toge Asal Malaysia

Awek malaysia ini punya body seksi gendut tapi payudaranya bikin gemes toge banget







Jumat, 22 April 2016

Ngentot Suster Jaga Pengalaman Seks Pertama Kali

Saya ingin menceritakan suatu pengalaman seks yang pertama kali saya alami pada masa remaja. Saat itu saya berumur 14 tahun. Saya sering sakit-sakitan kala itu. Sampai-sampai suatu hari saya harus dirawat di rumah sakit A, di kota Surabaya. Sakit yang saya derita adalah karena terjadinya pembengkakan di saluran jantung saya. Telapak kaki saya bengkak-bengkak dan kalau saya lari lebih dari satu kilometer, saya langsung ngos-ngosan. Ibu saya kemudian memutuskan saya untuk meminta perawatan dokter S, ahli jantung terkenal saat itu. Si dokter malam itu juga meminta saya dirawat inap di rumah sakit. Nah, dari rumah sakit itulah, saya mengalami pengalaman seks terhebat yang akan saya kenang seumur hidup saya.

Karena minum obat yang diberikan dokter, malam pertama saya menginap di rumah sakit, saya tidak bisa tidur. Saya maunya kencing terus. Sebuah botol besar telah disiapkan untuk menampung air urine saya. Otomatis, penis saya harus dimasukkan ke botol itu. Oleh dokter, saya tidak diperbolehkan untuk turun dari tempat tidur. Jadi sambil tiduran, saya tinggal memasukkan penis ke dalam botol yang sudah ada di samping ranjang. Ada satu perawat yang rupanya begitu telaten menjaga dan merawat saya malam itu. Seharusnya ia tidak boleh memperhatikan saya membuang urine di botol. Tetapi tatkala saya membuka piyama dan celana dalam saya, dan mengarahkan penis ke mulut botol, eh si perawat yang belakangan kuketahui bernama Wiwin D**** (edited) malah membantu memegang penis saya. Dengan pelan dan lembut tangan kirinya memegang penis kecil saya yang masih kecil, sedangkan tangan kanannya ikut memegang botol itu. Setelah urine saya keluar, ia membersihkan penis saya dengan tissue. Sambil terus membersihkannya, ia memperhatikanku dengan senyuman aneh.

"Dik... kamu tahu bendamu ini bisa membuat kamu melayang-layang?" tanyanya tiba-tiba.
"Maksud Mbak?" tanyaku pura-pura tidak mengerti. Aku sudah tahu apa maksudnya. Wong, aku sudah pernah nonton video BF seminggu yang lalu.
"Iya... kalo si kecil ini dipegang, dikocok-kocok oleh tangan halus seorang wanita kemudian dihisap dan dikulum olehnya, pasti deh kamu akan merasakan keenakan yang luar biasa.. lebih dari yang lain yang ada di dunia ini..." jawab Mbak Wiwin lagi.
"Masa sih, Mbak? Pengen coba nih.. bisa nggak Mbak melakukannya buat saya?" tanyaku hati-hati dengan perasaan campur baur. Berani juga nih cewek.
"Kamu benar-benar mau?" tanyanya penuh semangat.
Tanpa menunggu jawabanku lagi, ia menaruh tissue itu lalu memegang kejantananku dan pelan-pelan mulai mengocok-ngocoknya. Wah... memang benar enak kocokannya. Pelan tapi pasti. Beberapa menit kemudian ia jongkok di samping tempat tidur. Mulutnya dibuka lalu batang kejantananku dimasukkan ke dalamnya. Mula-mula dihisapnya, dikulum lalu dijilat-jilatnya kepala kejantananku.

Untuk pertama kalinya dalam masa remajaku, aku merasakan sesuatu yang amat sangat nikmat! Entah apa namanya.. surga dunia kali ya? Tanpa disangka-sangka Mbak Wiwin memegang tangan kananku lalu menuntunnya masuk ke balik seragamnya. Ya.. itu dia!! Gunung kembarnya begitu kenyal dan besar kurasakan. Tanpa disuruh lagi aku pun meremas-remas, meraba-raba 'susu' ajaibnya itu. Sementara itu ia terus saja mengulum dan mengisap kejantananku dengan penuh nafsu.

Beberapa menit kemudian aku mulai merasa akan ada sesuatu yang akan keluar dari tubuhku yang masih lemah karena sakit. "Crot..! crot...! crot...!" Sesuatu berwarna putih kekuning-kuningan dan agak kental keluar dari batang kejantananku dan tanpa ampun lagi langsung menyemprot masuk ke mulut Mbak Wiwin. Setelah sembilan kali semprot, ia menjilati kejantananku dengan mimik muka penuh kepuasan.

"Gimana Dik...? Puas nggak?..." tanyanya sambil tersenyum. Terlihat bekas cairan kental itu di mulut dan bibirnya.
"Wah nikmat ya Mbak... Boleh dong aku minta lagi...?" jawabku penuh harap.
"Boleh dong... tapi jangan sekarang ya... kamu harus istirahat dulu... besok pagi kamu pasti akan merasa lebih puas lagi... Mbak janji deh..." ujarnya dengan mimik seperti menyembunyikan sesuatu.

Aku pun mengangguk. Mungkin karena kelelahan setelah di 'karaoke' oleh gadis perawat yang cantik dan sexy, aku pun tertidur malam itu. Tapi tengah malam, sekitar pukul dua dini hari, aku merasa 'senjata' andalanku kembali diobok-obok dan kini yang mengoboknya bukan hanya Mbak Wiwin tetapi seorang perawat lain juga. Namanya belakangan kuketahui adalah Viviana. Gadis ini juga tak kalah cantik bahkan buah dadanya itu benar-benar menggelembung di balik seragam putihnya. Lebih besar dari punya Mbak Wiwin dan juga pasti lebih kenyal!

Mereka terus saja menjilati, mengulum dan menghisap-hisap batanganku. Yang seorang di sebelah kananku dan yang seorang lagi di sebelah kiriku. Tanganku yang kiri meremas-remas susu Viviana sedang tangan yang kanan meremas susunya Wiwin. Setelah sepuluh menit, batang kejantananku mulai mengeras dan siap untuk ditusukkan. Viviana kemudian naik ke atas ranjang dan menyingkapkan roknya. Duh.. rupanya ia sudah tidak mengenakan celana dalam. Ia kemudian duduk di atas kepalaku. Dengan sengaja ia mengarahkan liang kewanitaannya ke wajahku. Aku tiba-tiba teringat dengan film porno yang pernah kutonton seminggu yang lalu. Ya... aku harus menjilatnya terutama di bagian kecil dan merah itu... ya apa ya namanya? Klitoris ya? nah itu dia! Tanpa disuruh dua kali aku langsung mengarahkan lidahku ke bagiannya itu.

"Slep... slep... slep..." terdengar bunyi lidahku saat bersentuhan dengan klitoris Viviana. Dan Wiwin? Rupanya ia sudah membuka seluruh pakaian seragamnya lalu menduduki batanganku yang sudah sangat mengeras dan berdiri dengan gagahnya. Dengan tangan kirinya ia meraih batang kejantananku itu lalu dengan pelan ia mengarahkan senjataku itu ke liang senggamanya. "Bles... jleb... bles..." batang kejantananku sudah masuk separuh, ia terus saja bergoyang ke bawah ke atas. Buah dadanya yang montok bergoyang-goyang dengan indahnya, kedua tangannya memegang sisi ranjang.

Wah... dikeroyok begini sih siapa yang nggak mau, bisa main dua ronde nih. Setelah beberapa menit, kami berganti posisi. Viviana kusuruh tidur dengan posisi tertelungkup. Sementara Wiwin juga tidak ketinggalan. Lalu dengan penuh nafsu aku membawa batanganku dan mengarahkannya ke liang senggama Viviana dari arah belakang. "Bles... bles... bles...jeb!!" Liang senggamanya berhasil ditembus oleh senjataku. Terdengar suara lenguhan Viviana karena merasa nikmat. "Uh.. uh.. uh.. uh.. Terus Dik.. Enak...ikmat..!" Tanganku pun tidak kalah hebatnya. Kuraih buah dadanya sambil kuremas-remas. Puting payudaranya kupegang-pegang.

"Gantian dong..." tiba-tiba Wiwin minta jatah. Duh, hampir kulupakan si doi. Aku cabut batang kejantananku dari liang senggama Viviana lalu kubawa ke ranjang sebelah di mana telah menanti Wiwin yang sedang mengelus-elus kemaluannya yang indah. Tanpa menunggu lagi, aku naik ke ranjang itu lalu kumasukkan dengan dorongan yang amat keras ke liang senggamanya.
"Jangan keras-keras dong Dik..." erangnya nikmat.
"Habis mau keluar nih, Mbak... Di dalam atau di luar..." aku tiba-tiba merasakan bahwa ada sesuatu yang nikmat akan lepas dari tubuhku.
"Di mukaku aja Dik.." jawabnya di tengah erangan nafsunya.
Lalu kutarik batang kejantananku dari liang senggamanya yang sedang merekah dan membawanya ke kepalanya. Lalu aku menumpahkan cairan putih kental itu ke wajahnya. "Crot.. crot...crott.. crot.. crot!" Kasihan juga Mbak Wiwin, wajahnya berlepotan spermaku. Ia tersenyum dan berkata, "Terima kasih Dik... aku amat puas... demikian juga Mbak Vivi..."

Belakangan setelah aku keluar dari rumah sakit, aku mendengar bahwa Wiwin dan Viviana memang bukan perawat tetap di rumah sakit itu. Mereka hanya bekerja sambilan saja. Mereka sebenarnya dua orang mahasiswi kedokteran di sebuah universitas swasta di Surabaya. Tiap kali mereka bekerja di sana, selalu ada saja pasien pria entah remaja atau orang dewasa yang berhasil mereka ajak berhubungan seks minimal satu kali. Nah lho.. gmana tertatik masuk rumah sakit

Kamis, 21 April 2016

Luar Biasa Pelajaran Seks Dengan Tante Lilis Yang Hot

Cerita seks dengan tante lilis yang kesepian. - Aku mengenal seks pada usia 18 tahun ketika masih SMA. Waktu itu, karena niatku yang ingin melanjutkan sekolah di Jakarta, aku dititipkan pada keluarga teman baik ayahku, seorang pensiunan perwira ABRI berpangkat Brigjen. Om Toto, begitu aku memanggilnya, adalah seorang purnawirawan ABRI yang cukup berpengaruh, kini ia mengelola perusahaan sendiri yang lumayan besar. Anak-anak mereka, Halmi dan Julia yang seusiaku kini ada di Amerika sejak mereka masih berumur 12 tahun.

Sedangkan yang sulung, Sonny kuliah di Jogja. Istri Om Toto sendiri adalah seorang pengusaha sukses di bidang export garmen, aku memanggilnya Tante lilis, wanita berwajah manis berumur 43 tahun dengan perawakan yang bongsor dan seksi khas ibu-ibu istri pejabat. Sejak tinggal di rumah megah itu aku seringkali ditugasi mengantar Tante lilis, meski ada dua sopir pribadi tapi Tante lilis lebih senang kalau aku yang mengemudikan mobilnya. Lebih aman, katanya sekali waktu.

Meski keluarga Om Toto kaya raya, tampaknya hubungan antara dia dan istrinya tak begitu harmonis. Aku sering mendengar pertengkaran-pertengkaran diantara mereka di dalam kamar tidur Om Toto, seringkali saat aku menonton televisi terdengar teriakan mereka dari ruang tengah. Sedikitpun aku tak mau peduli atas hal itu, toh ini bukan urusanku, lagi pula aku kan bukan anggota keluarga mereka. Biasanya mereka bertengkar malam hari saat keduanya sama-sama baru pulang kerja. Belakangan bahkan terdengar kabar kalau Om Toto punya beberapa wanita simpanan. "Ah untuk apa memikirkannya" benakku.

Suatu hari di bulan Oktober, Bi Surti, Siti (para pembantu), Mang Darja dan Om Edi (supir), pulang kampung mengambil jatah liburan mereka bersamaan saat Lebaran. Sementara Om Toto dan Sonny pergi berlibur ke Amrik sambil menjenguk kedua anaknya di sana. Tante lilis masih sibuk menangani bisnisnya yang sedang naik daun, ia lebih sering tidak pulang, hingga di rumah itu tinggal aku sendiri. Perasaanku begitu merdeka, tak ada yang mengawasi atau melarangku untuk berbuat apa saja di rumah besar dan mewah itu. Mereka memintaku menunda jadwal pulang kampung yang sudah jauh hari kurencanakan, aku mengiyakan saja, toh mereka semua baik dan ramah padaku.

Malamnya aku duduk di depan televisi, namun tak satupun acara TV itu menarik perhatianku. Aku termenung sejenak memikirkan apa yang akan kuperbuat, sudah tiga hari tiga malam sejak keberangkatan Om Toto, Tante lilis tak tampak pulang ke rumah. Maklumlah bisnisnya level tingkat internasional, jadi tak heran kalau mungkin saja hari ini ia ada di Hongkong, Singapore atau di mana saja. Saat sedang melamun aku melirik ke arah lemari besar di samping pesawat TV layar super lebar itu. Mataku tertuju pada rak piringan VCD yang ada di sana. Segera kubuka sambil memilih film-film bagus. Namun yang paling membuat aku menelan ludah adalah sebuah flm dengan cover depan wanita telanjang. Tak kulihat pasti judulnya namun langsung kupasang dan..., "wow!" batinku kegirangan begitu melihat adegannya yang wah. Seorang lelaki berwajah hispanik sedang menggauli dua perempuan sekaligus dengan beragam gaya.

Sesaat kemudian aku sudah larut dalam film itu. Penisku sudah sejak tadi mengeras seperti batu, malah saking kerasnya terasa sakit, aku sejenak melepas celana panjang dan celana dalam yang kukenakan dan menggantinya dengan celana pendek yang longgar tanpa CD. Aku duduk di sofa panjang depan TV dan kembali menikmati adegan demi adegan yang semakin membuatku gila. Malah tanganku sendiri meremas-remas batang kemaluanku yang semakin tegang dan keras. Tampak penis besarku sampai menyembul ke atas melewati pinggang celana pendek yang kupakai. Cairan kentalpun sudah terasa mengalir dari sana.

Tapi belum lagi lima belas menit, karena terlalu asyik aku sampai tak menyangka Tante lilis sudah berada di luar ruang depan sambil menekan bel. Ah, aku lupa menutup pintu gerbang depan hingga Tante lilis bisa sampai di situ tanpa sepengetahuanku, untung pintu depan terkunci. Aku masih punya kesempatan mematikan power off VCD Player itu, dan tentunya sedikit mengatur nafas yang masih tegang ini agar sedikit lega.

"Kamu belum tidur, Di?", sapanya begitu kubuka pintu depan.
"Belum, tante", hidungku mencium bau khas parfum Tante lilis yang elegan.
"Udah makan?".
"Hmm..., belum sih, tante sudah makan?", aku mencoba balik bertanya.
"Belum juga tuh, tapi tante barusan dari rumah teman, trus di jalan baru mikirin makan, so tante pesan dua paket antaran di KFC, kamu mau?".
"Mau dong tante, tapi mana paketnya, belum datang kan?".
"Tuh kan, kamu pasti lagi asyik di kamar makanya nggak dengerin kalau pengantar makanannya datang sedikit lebih awal dari tante".
"ooo", jawabku bego.

Tante lilis berlalu masuk kamar, kuperhatikan ia dari belakang. Uhh, bodinya betul-betul bikin deg-degan, atau mungkin karena saya baru saja nonton BF yah?
Ayo, kita makan..", ajaknya kemudian, tiba-tiba ia muncul dari kamarnya sudah berganti pakaian dengan sebuah daster putih longgar tanpa lengan dan berdada rendah.

"Ya ampun Tante lilis", batinku berteriak tak percaya, baru kali ini aku memperhatikan wanita itu. Kulitnya putih bersih, dengan betis yang woow, berbulu menantang pastilah punya nafsu seksual yang liar, itu kata temanku yang pengalaman seksnya tinggi. Buah dadanya tampak menyembul di balik gaun itu, apalagi saat ia melangkah di sampingku, samar-samar dari sudut mataku terlihat BH-nya yang putih.

"Uh.., apa ini gara-gara film itu?", batinku lagi. Khayalku mulai kurang ajar, memasukkan bayangan Tante lilis ke dalam adegan film tadi.
"Hmm..", Tak sadar mulutku mengeluarkan suara itu.
"Ada apa, Di?", Tante lilis memandangku dengan alis berkerut.
"Nnggg..., nggak apa-apa tante..", Aku jadi sedikit gugup. Oh wajahnya, kenapa baru sekarang aku melihatnya begitu cantik?
"Eh.., kamu ngelamun yah, ngelamunin siapa sih? Pacar?", tanyanya.
"Nggak ah tante", dadaku berdesir sesaat pandangan mataku tertuju pada belahan dadanya.
"My god, gimana rasanya kalau tanganku sampai mendarat di permukaan buah dadanya, mengelus, merasakan kelembutan payudara itu, ooohh", lamunan itu terus merayap.
"Heh, ayo..., makanmu lho, Di".
"Ba..., bbbbbaik tante", jelas sekali aku tampak gugup.
"Nggak biasanya kamu kayak gini, Di. Mau cerita nggak sama tante".
My god, dia mau aku ceritakan apa yang aku lamunkan? Susumu tante, susumu!

Pelan-pelan sambil terus melamun sesekali berbicara padanya, akhirnya makananku habis juga. Aku kembali ke kamar dan langsung menghempaskan badanku ke tempat tidur. Masih belum lepas juga bayangan tubuh Tante lilis. "Gila! Gila! Kenapa perempuan paruh baya itu membuatku gila", pikirku tak habis habisnya. Umurnya terpaut sangat jauh denganku, aku baru 18 tahun..., dua puluh lima tahun dibawahnya. Ah, mengapa harus kupikirkan.

Aku melangkah ke meja komputer di kamarku, mencoba melupakannya. Beberapa saat aku sudah tampak mulai tenang, perhatianku kini pada e-mail yang akan kukirim pada teman-teman netter. Aku memang hobi korespondensi via internet. Tapi mendadak pintu kamarku diketuk dari luar.

"Di.., Didi.., ini Tante", terdengar suara tante seksi eh lilis memanggil.
"Ah..", aku beranjak bangun dari korsi itu dan membuka pintu, "Ada apa, tante?".
"Kamu bisa buatin tante kopi?".
"ooo.., bisa tante".
"Tahu selera tante toh?
"Iya tante, biasanya juga saya lihat Siti", jawabku singkat dan langsung menuju ke dapur.
"Tante tunggu di ruang tengah ya, Di".
"Baik, tante".

Gelas yang kupegang itu hampir saja jatuh saat kulihat apa yang sedang disaksikan Tante lilis di layar TV. Pelan-pelan tanganku meletakkan gelas berisi kopi itu di sebuah meja kecil di samping Tante lilis, lalu bersiap untuk pergi meninggalkannya.

"Didi.."
"Ya..., tante".
"Kamu kalau habis pasang film seperti ini lain kali masukin lagi ke tempatnya yah".
"mm..., ma..., ma..., maaf tante..." aku tergagap, apalagi melihat Tante lilis yang berbicara tanpa melihat ke arahku. Benar-benar aku merasa seperti maling yang tertangkap basah.
"Di...", Tante lilis memanggil, kali ini ia memandangi, aku menundukkan muka, tak kubayangkan lagi kemolekan tubuh istri Om Toto itu. Aku benar-benar takut.
"Tante nggak bermaksud marah lho, di...", byarrr hatiku lega lagi.
"Sekarang kalau kamu mau nonton, ya sudah sama-sama aja di sini, toh sudah waktunya kamu belajar tentang ini, biar nggak kuper", ajaknya.
"Wooow...", kepalaku secepat kilat kembali membayangkan tubuhnya. Aku duduk di sofa sebelah tempatnya. Mataku lebih sering melirik tubuh Tante lilis daripada film itu.
"Kamu kan sudah 18 tahun, Di. Ya nggak ada salahnya kalau nonton beginian. Lagipula tante kan nggak biasa lho nonton yang beginian sendiri..".

Apa kalimat itu berarti undangan? Atau kupingku yang salah dengar? Oh my god Tante lilis mengangkat sebelah tangannya dan menyandarkan lengannya di sofa itu. Dari celah gaun di bawah ketiaknya terlihat jelas bukit payudaranya yang masih berlapis BH. Ukurannya benar-benar membuatku menelan ludah. Posisi duduknya berubah, kakinya disilangkan hingga daster itu sedikit tersingkap.

Wooow, betis dengan bulu-bulu halus itu. Hmm, Wanita 40-an itu benar-benar menantang, wajah dan tubuhnya mirip sekali dengan pengusaha Dewi Motik, hanya Tante lilis kelihatan sedikit lebih muda, bibirnya lebih sensual dan hidungnya lebih mancung. Aku tak mengerti kenapa perempuan paruhbaya ini begitu tampak mempesona di mataku. Tapi mungkinkah...? Tidak, dia adalah istri Om Toto, orang yang belakangan ini sangat memperhatikanku. Aku di sini untuk belajar..., atas biaya mereka.., ah persetan!

Tante lilis mendadak mematikan VCD Player dan memindahkannya ke sebuah TV swasta.
"Lho... kok?".
"Ah tante bosan ngeliatin itu terus, Di...".
"Tapi kan..".
"Sudah kalau mau kamu pasang aja sendiri di kamar..", wajahnya masih biasa saja.
"Eh, ngomong-ngomong, kamu sudah hampir setahun di sini yah?".
"Iya tante...".
"Sudah punya pacar?", ia beranjak meminum kopi yang kubuatkan untuknya.
"Belum", mataku melirik ke arah belahan daster itu, tampaknya ada celah yang cukup untuk melihat payudara besarnya. Tak sadar penisku mulai berdiri.
"Kamu nggak nyari gitu?", ia mulai melirik sesekali ke arahku sambil tersenyum.
"Alamaak, senyumnya.., oh singkapan daster bagian bawah itu, uh Tante lilis.., pahamu", teriak batinku saat tangannya tanpa sengaja menyingkap belahan gaun di bagian bawah itu. Sengaja atau tidak sih?

"Eeh Di.kamu ngeliatin apaan sih?".
Blarrr..., mungkin ia tahu kalau aku sedang berkonsentrasi memandang satu persatu bagian tubuhnya, "Nngggak kok tante nggak ngeliat apa-apa".
"Lho mata kamu kayaknya mandangin tante terus? Apa ada yang salah sama tante, Di?", ya ampun dia tahu kalau aku sedang asyik memandanginya.
"Eh..., mm..., anu tante..., aa..., aanu..., tante...,tante", kerongkonganku seperti tercekat.
"Anu apa..., ah kamu ini ada-ada saja, kenapa..", matanya semakin terarah pada selangkanganku, bangsat aku lupa pakai celana dalam. Pantas Tante lilis tahu kalau penisku tegang.
"Ta..., ta..., tante cantik sekali..", aku tak dapat lagi mengontrol kata-kataku. Dan astaga, bukannya marah, Tante lilis malah mendekati aku.
"Apa..., tante nggak salah dengar?", katanya setengah berbisik.
"Bener kok tante..".
"Tante yang seumur ini kamu bilang cantik, ah bisa aja. Atau kamu mau sesuatu dari tante?" ia memegang pundakku, terasa begitu hangat dan duh gusti buah dada yang sejak tadi kuperhatihan itu kini hanya beberapa sentimeter saja dari wajahku. Apa aku akan dapat menyentuhnya, come on man! Dia istri Om Toto batinku berkata.

Tangannya masih berada di pundakku sebelah kiri, aku masih tak bergeming. Tertunduk malu tanpa bisa mengendalikan pikiranku yang berkecamuk. Harum semerbak parfumnya semakin menggoda nafsuku untuk berbuat sesuatu. Kuberanikan mataku melirik lebih jelas ke arah belahan kain daster berbunga itu. Wow..., sepintas kulihat bukit di selangkangannya yang ahh, kembali aku menelan ludah.

"Kamu belum jawab pertanyaan tante lho, Di. Atau kamu mau tante jawab sendiri pertanyaan ini?".
"Nggak kok tante, sss.., sss..., saya jujur kalau tante memang cantik, eh.., mm..., menarik".
"Kamu belum pernah kenal cewek yah".
"Belum, tante".
"Kalau tante kasih pelajaran gimana?".
Ini dia yang aku tunggu, ah persetan dia istri Om Toto. Anggap saja ini pembalasan Tante lilis padanya. Dan juga..., oh aku ingin segera merasakan tubuh wanita.
"Maksud tante..., apa?", lanjutku bertanya, pandangan kami bertemu sejenak namun aku segera mengalihkan.
"Kamu kan belum pernah pacaran nih, gimana kalau kamu tante ajarin caranya nikmati wanita...".
"Ta..., tapi tante", aku masih ragu.
"Kamu takut sama Om Toto? Tenang..., yang ada di rumah ini cuman kita, lho".
"This is excellent!", teriakku dalam hati. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Batinku terus berteriak tapi badanku seperti tak dapat kugerakkan.

Beberapa saat kami berdua terdiam.
"Coba sini tangan kamu", aku memberikan tanganku padanya, my goodness tangan lembut itu menyentuh telapak tanganku yang kasarnya minta ampun.
"Rupanya kamu memang belum pernah nyentuh perempuan, Di. Tante tahu kamu baru beranjak remaja dan tante ngerti tentang itu", Berkata begitu sambil mengelus punggung tanganku, aku merinding dibuatnya, sementara di bawah, penisku yang sejak tadi sudah tegang itu mulai mengeluarkan cairan hingga menampakkan titik basah tepat di permukaan celana pendek itu.
"Tante ngerti kamu terangsang sama film itu. Tapi tante perhatiin belakangan ini kamu sering diam-diam memandangi tubuh tante, benar kan?", ia seperti menyergapku dalam sebuah perangkap, tangannya terus mengelus punggung telapak tanganku. Aku benar-benar merasa seperti maling yang tertangkap basah, tak sepatah kata lagi yang bisa kuucapkan.
"Kamu kepingin pegang dada tante kan?".

Daarrr! Dadaku seperti pecah..., mukaku mulai memerah. Aku sampai lupa di bawah sana adik kecilku mulai melembek turun. Dengan segala sisa tenaga aku beranikan diri membalas pandangannya, memaksa diriku mengikuti senyum Tante lilis.Dan..., astaga..., Tante lilis menuntun telapak tanganku ke arah payudaranya yang menggelembung besar itu.
"Ta..., ta..., tante..., ooohh", suara itu keluar begitu saja, dan Tante lilis hanya melihat tingkahku sambil tersenyum. Adikku bangun lagi dan langsung seperti ingin meloncat keluar dari celana dalamku. Istri Om Toto itu melotot ke arah selangkanganku.
"Waaww..., besar sekali punya kamu Di?", serunya lalu secepat kilat tangannya menggenggam kemaluanku kemudian mengelus-elusnya. Secara reflek tanganku yang tadinya malu-malu dan terlebih dulu berada di permukaan buah dadanya bergerak meremas dengan sangat kuat sampai menimbulkan desah dari mulutnya.
"aahh..., mm remas sayang ooohh".

Masih tak percaya akan semua itu, aku membalikkan badan ke arahnya dan mulai menggerakkan tangan kiriku. Aku semakin berani, kupandangi wajah istri Om Toto itu dengan seksama.
"Teruskan, Di..., buka baju tante", permpuan itu mengangguk pelan. Matanya berbinar saat melihat kemaluanku tersembul dari celah celana pendek itu. Kancing dasternya kulepas satu persatu, bagian dadanya terbuka lebar. Masih dengan tangan gemetar aku meraih kedua buah dada yang berlapis BH putih itu. Perlahan-lahan aku mulai meremasnya dengan lembut, kedua telapak tanganku kususupkan melewati BH-nya.
"mm..., tante..", aku menggumam merasakan kelembutan buah dada besar Tante lilis yang selama sebulan terakhir ini hanya jadi impianku saja. Jari jemariku terasa begitu nyaman, membelai lembut daging kenyal itu, aku memilin puting susunya yang begitu lembutnya.

Bersambung.....
Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Labels